Kupas Tuntas Blacklist Gamer Didunia Gaming Indonesia
Station-News.com
– Halo sahabat gamer di manapun kalian berada, kali ini saya ingin
membahas fenomena blacklist gamer yang memang lagi banyak di terapkan di
beberapa turnamen di Indonesia. Blacklist gamer adalah salah satu momok
masyarakat pemburu hadiah gaming yang nyaris menjadi mitos, padahal
kalo di lihat pada awal mulanya gaming dulu, begitu banyak player jagoan
bisa bermunculan tanpa ada blacklist, dari pemain yang memang dasarnya
berbakat, maupun player yang sudah bekerja keras untuk bisa melewati
pemain gamer berbakat. Apakah kerja keras tersebut akan terus bisa
membuat jaya gamer yang memang mencari penghasilannya di sana?
Jawabannya tidak jika blacklist itu diterapkan, karena coba kalian
bayangkan aja jika seorang Messi di blacklist dari liga Spanyol hanya
karena terlalu sering mencetak gol, mau makan apa dia nya, otomatis
kemampuan yang sudah diasah akan hilang dengan sendirinya, jangankan
tidak di mainkan, jadi cadangan terlalu lama aja sudah pasti menurun
kemampuannya, jadi kalian bisa bayangkan jika Mutiara gamer yang
harusnya nanti bisa mewakili tim nasional malah redup karena masalah
blacklist
Jujur, didalam hidup saya sebagai gamer,
saya belum pernah membuat blacklist dan membahasnya di internet. Selama
ini saya hanya membaca-baca saja list-list yang banyak bertebaran di
poster, apalagi sekarang sedang banyak event
yang giat-giatnya membangkitkan suasana gaming di Indonesia makin maju,
dengan di mulainya kejuaraan nasional di berbagai tipe judul game.
Sayangnya saya merasa list-list yang di buat kadang terlalu berlebihan
atau bahkan tidak pantas untuk dibuat. Kenapa begitu?
Fenomena Blacklist gamer memang sudah
ada sejak dulu, tapi mungkin alangkah baiknya jika kita mulai melihat
blacklist itu dari beberapa faktor saja. Seperti yang kita ketahui arti
kata Blacklist itu di pisah dari 2 kata yaitu Black=hitam dan
list=daftar, jadi blacklist itu merupakan daftar hitam yang tidak
diinginkan di suatu komunitas, dalam hal ini gaming.
Siapa sih yang boleh buat black list?
Kalau menurut saya, semua orang berhak membuat blacklistnya
masih-masing, sesuai dengan pengalaman yang pernah dialaminya. Terus
apakah perlu untuk membuat Blacklist gamer? menurut saya perlu sekali,
tapi tentu saja kita harus membuat blacklist tersebut dengan bijaksana,
karena hal ini akan sangat mempengaruhi kehidupan orang lain, baik orang
yang dimasukkan dalam kategori blacklist ini, ataupun orang yang
membaca blacklist kamu.
Definisi blacklist yang merupakan daftar
hitam seharusnya lebih di tujukan kepada pemain yang suka bikin
kerusuhan sehingga dianggap tidak layak untuk mengikuti suatu event di
tempat yang sama, atau mungkin blacklist panitia acara gaming yang suka
nakal dan tidak jujur dalam membuat event.
Jadi kenapa fenomena blacklist yang
terjadi di Indonesia pada umumnya malah blacklist player gamer berbakat?
Menurut analisa karena dirasa player tersebut terlalu kuat, dan takut
eventnya sepi mau tidak mau blacklist dilakukan.
Memang dalam membuat event, ujung-ujungnya uang yang dicari, siapa sih yang tidak mau uang (Baca juga: Berbagai macam pekerjaan di dunia gaming),
tapi kurasa mencari uang dengan cara yang lebih elegan lebih baik
daripada kita mematikan karir seseorang dan dalam hal ini blacklist.
Kata-kata blacklist terkesan terlalu dalam dan negatif, mungkin alangkah
baiknya jika kita membatasi player yang jagoan dengan batasan tiket
yang paling minimum. Kenapa seperti itu? Disini saya sebagai penulis
baru di Station News akan Kupas Tuntas Blacklist Gamer Didunia Gaming
Indonesia satu persatu.
Pertama, dengan adanya gamer jagoan kuat
yang ikut, event yang di buat akan menjadi lebih kompetitif, walaupun
hanya bermodalkan 1 tiket, player-player yang lain akan ada motivasi
lebih dan berusaha mencoba mengepung mengalahkan pemain jagoan ini,
bayangkan saja jika tiket hanya ada 1, nyawa di turnamen bagaikan antara
hidup dan mati, pasti ada gejolak gairah, apalagi jika player jagoan
ini kalah, pasti ada sensasi tersendiri bagi yang mengalahkan. Dan bagi
gamer jagoan bisa juga menambah mental.
Kedua, dengan memberikan kesempatan
walaupun hanya 1 tiket kepada gamer jagoan, berarti panitia tidak
dianggap sebagai money oriented atau penakut jika eventnya sepi. Kok
bisa money oriented? Karena dalam membuat event pasti panitia berharap
yang daftar banyak, mungkin gamer lain akan merasa minder jika ada gamer
jagoan yang ikut, dan jadi malas mendaftar.
Ketiga, dengan memberikan kesempatan
gamer jagoan bermain, berarti panitia secara tidak langsung tidak
menutup piring nasi orang lain, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri
sang gamer dalam menekuni hobbynya. Latihan yang di lakukan sang gamer
menjadi tidak sia-sia, karena bisa menghasilkan uang buat dirinya atau
mungkin buat keluarganya (Baca juga: Memanfaatkan hobby menjadi uang).
Keempat, dengan adanya jagoan yang ikut,
pemain lain bisa belajar banyak kemampuan dan skill dari gamer jagoan
tersebut, dan otomatis banyak gamer yang bakal berkembang secara mental
dan skill. Kalah atau menang di dalam sebuah turnamen itu adalah hal
yang biasa, tapi berkumpul dan saling sharing antar komunitas bisa
menambah koneksi di masa mendatang, siapa tahu ada sponsor yang melihat
dan membawa player-player nya ke tingkat yang lebih tinggi.
Kelima, dengan memberikan kesempatan
bagi para jagoan ikut maka hubungan pertemanan antara gamer jagoan
dengan gamer pemula dan bahkan hubungan para gamer jagoan dengan panitia
akan terjalin dengan baik. Kenapa hal ini PENTING? Ingat salah satu
tujuan dari berkompetisi adalah menambah jalinan
pertemanan/persaudaraan. Dengan begitu kedepannya bisa terjadi simbiosis
mutualisme alias kerjasama yang saling menguntungkan, dalam hal ini
tentunya kita tidak bisa mengirimkan atau mengandalkan player yang hanya
mempunyai skill biasa dan atau tidak bermental baja jika ada tantangan
dari negara lain atau ada kompetisi internasional. Solusinya tentu
adalah dengan melibatkan gamer jagoan ini agar Indonesia bisa berbicara
dikancah international.
Keenam, ketika hubungan baik dari
berbagai elemen gamer diatas terjalin dengan kondusif dan solid dalam
jangka waktu yg lama maka akan mempermudah komunitas game untuk
menunjukkan kepada pemerintah bahwa komunitas ini layak untuk dilirik
dan diwadahi secara profesional sehingga kreativitas para gamer mulai
dari pemula sampai ke para jagoan kelas wahid bisa tertampung dan
tersalurkan dengan baik. Meskipun mungkin masih diangan-angan atau masih
menjadi mimpi kita, ttp bukan hal yg mustahil jika suatu saat game jadi
salah satu cabang olahraga nasional bahkan international. Hal tersebut
akan lebih mudah jika semua elemen bersatu (Baca juga: Sejarah Untuk Esport Di Asia Tenggara Telah Di Resmikan).
Berbicara mengenai hal ini sangat
menarik karena salah satu sisi positifnya adalah menciptakan lapangan
pekerjaan baru. Kedepannya akan saya coba membahas secara terpisah
bagaimana agar komunitas gamer bisa mencuri hati pemerintah pada umumnya
dan kemenpora pada khususnya sehingga layak diperhitungkan sebagai
salah satu cabang olahraga. Tetap semangat serta galang persatuan dan
kesatuan diantara seluruh elemen game. Apakah diantara kalian semua
gamer punya pandangan berbeda? Mungkin bisa membantu dengan komentar di
bawah, saya akan berusaha membalas semua pandangan itu satu persatu.
***Terima Kasih***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar