Selasa, 17 Januari 2017

Kupas Tuntas Blacklist Gamer Didunia Gaming Indonesia

Kupas Tuntas Blacklist Gamer Didunia Gaming Indonesia
          Station-News.com – Halo sahabat gamer di manapun kalian berada, kali ini saya ingin membahas fenomena blacklist gamer yang memang lagi banyak di terapkan di beberapa turnamen di Indonesia. Blacklist gamer adalah salah satu momok masyarakat pemburu hadiah gaming yang nyaris menjadi mitos, padahal kalo di lihat pada awal mulanya gaming dulu, begitu banyak player jagoan bisa bermunculan tanpa ada blacklist, dari pemain yang memang dasarnya berbakat, maupun player yang sudah bekerja keras untuk bisa melewati pemain gamer berbakat. Apakah kerja keras tersebut akan terus bisa membuat jaya gamer yang memang mencari penghasilannya di sana? Jawabannya tidak jika blacklist itu diterapkan, karena coba kalian bayangkan aja jika seorang Messi di blacklist dari liga Spanyol hanya karena terlalu sering mencetak gol, mau makan apa dia nya, otomatis kemampuan yang sudah diasah akan hilang dengan sendirinya, jangankan tidak di mainkan, jadi cadangan terlalu lama aja sudah pasti menurun kemampuannya, jadi kalian bisa bayangkan jika Mutiara gamer yang harusnya nanti bisa mewakili tim nasional malah redup karena masalah blacklist
Jujur, didalam hidup saya sebagai gamer, saya belum pernah membuat blacklist dan membahasnya di internet. Selama ini saya hanya membaca-baca saja list-list yang banyak bertebaran di poster, apalagi sekarang sedang banyak event yang giat-giatnya membangkitkan suasana gaming di Indonesia makin maju, dengan di mulainya kejuaraan nasional di berbagai tipe judul game. Sayangnya saya merasa list-list yang di buat kadang terlalu berlebihan atau bahkan tidak pantas untuk dibuat. Kenapa begitu?
Fenomena Blacklist gamer memang sudah ada sejak dulu, tapi mungkin alangkah baiknya jika kita mulai melihat blacklist itu dari beberapa faktor saja. Seperti yang kita ketahui arti kata Blacklist itu di pisah dari 2 kata yaitu Black=hitam dan list=daftar, jadi blacklist itu merupakan daftar hitam yang tidak diinginkan di suatu komunitas, dalam hal ini gaming.
          Siapa sih yang boleh buat black list? Kalau menurut saya, semua orang berhak membuat blacklistnya masih-masing, sesuai dengan pengalaman yang pernah dialaminya. Terus apakah perlu untuk membuat Blacklist gamer? menurut saya perlu sekali, tapi tentu saja kita harus membuat blacklist tersebut dengan bijaksana, karena hal ini akan sangat mempengaruhi kehidupan orang lain, baik orang yang dimasukkan dalam kategori blacklist ini, ataupun orang yang membaca blacklist kamu.
           Definisi blacklist yang merupakan daftar hitam seharusnya lebih di tujukan kepada pemain yang suka bikin kerusuhan sehingga dianggap tidak layak untuk mengikuti suatu event di tempat yang sama, atau mungkin blacklist panitia acara gaming yang suka nakal dan tidak jujur dalam membuat event.
Jadi kenapa fenomena blacklist yang terjadi di Indonesia pada umumnya malah blacklist player gamer berbakat? Menurut analisa karena dirasa player tersebut terlalu kuat, dan takut eventnya sepi mau tidak mau blacklist dilakukan.
            Memang dalam membuat event, ujung-ujungnya uang yang dicari, siapa sih yang tidak mau uang (Baca juga: Berbagai macam pekerjaan di dunia gaming), tapi kurasa mencari uang dengan cara yang lebih elegan lebih baik daripada kita mematikan karir seseorang dan dalam hal ini blacklist. Kata-kata blacklist terkesan terlalu dalam dan negatif, mungkin alangkah baiknya jika kita membatasi player yang jagoan dengan batasan tiket yang paling minimum. Kenapa seperti itu? Disini saya sebagai penulis baru di Station News akan Kupas Tuntas Blacklist Gamer Didunia Gaming Indonesia satu persatu.
              Pertama, dengan adanya gamer jagoan kuat yang ikut, event yang di buat akan menjadi lebih kompetitif, walaupun hanya bermodalkan 1 tiket, player-player yang lain akan ada motivasi lebih dan berusaha mencoba mengepung mengalahkan pemain jagoan ini, bayangkan saja jika tiket hanya ada 1, nyawa di turnamen bagaikan antara hidup dan mati, pasti ada gejolak gairah, apalagi jika player jagoan ini kalah, pasti ada sensasi tersendiri bagi yang mengalahkan. Dan bagi gamer jagoan bisa juga menambah mental.
             Kedua, dengan memberikan kesempatan walaupun hanya 1 tiket kepada gamer jagoan, berarti panitia tidak dianggap sebagai money oriented atau penakut jika eventnya sepi. Kok bisa money oriented? Karena dalam membuat event pasti panitia berharap yang daftar banyak, mungkin gamer lain akan merasa minder jika ada gamer jagoan yang ikut, dan jadi malas mendaftar.
                Ketiga, dengan memberikan kesempatan gamer jagoan bermain, berarti panitia secara tidak langsung tidak menutup piring nasi orang lain, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri sang gamer dalam menekuni hobbynya. Latihan yang di lakukan sang gamer menjadi tidak sia-sia, karena bisa menghasilkan uang buat dirinya atau mungkin buat keluarganya (Baca juga: Memanfaatkan hobby menjadi uang).
                Keempat, dengan adanya jagoan yang ikut, pemain lain bisa belajar banyak kemampuan dan skill dari gamer jagoan tersebut, dan otomatis banyak gamer yang bakal berkembang secara mental dan skill. Kalah atau menang di dalam sebuah turnamen itu adalah hal yang biasa, tapi berkumpul dan saling sharing antar komunitas bisa menambah koneksi di masa mendatang, siapa tahu ada sponsor yang melihat dan membawa player-player nya ke tingkat yang lebih tinggi.
                Kelima, dengan memberikan kesempatan bagi para jagoan ikut maka hubungan pertemanan antara gamer jagoan dengan gamer pemula dan bahkan hubungan para gamer jagoan dengan panitia akan terjalin dengan baik. Kenapa hal ini PENTING? Ingat salah satu tujuan dari berkompetisi adalah menambah jalinan pertemanan/persaudaraan. Dengan begitu kedepannya bisa terjadi simbiosis mutualisme alias kerjasama yang saling menguntungkan, dalam hal ini tentunya kita tidak bisa mengirimkan atau mengandalkan player yang hanya mempunyai skill biasa dan atau tidak bermental baja jika ada tantangan dari negara lain atau ada kompetisi internasional. Solusinya tentu adalah dengan melibatkan gamer jagoan ini agar Indonesia bisa berbicara dikancah international.
             Keenam, ketika hubungan baik dari berbagai elemen gamer diatas terjalin dengan kondusif dan solid dalam jangka waktu yg lama maka akan mempermudah komunitas game untuk menunjukkan kepada pemerintah bahwa komunitas ini layak untuk dilirik dan diwadahi secara profesional sehingga kreativitas para gamer mulai dari pemula sampai ke para jagoan kelas wahid bisa tertampung dan tersalurkan dengan baik. Meskipun mungkin masih diangan-angan atau masih menjadi mimpi kita, ttp bukan hal yg mustahil jika suatu saat game jadi salah satu cabang olahraga nasional bahkan international. Hal tersebut akan lebih mudah jika semua elemen bersatu (Baca juga: Sejarah Untuk Esport Di Asia Tenggara Telah Di Resmikan).
           Berbicara mengenai hal ini sangat menarik karena salah satu sisi positifnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kedepannya akan saya coba membahas secara terpisah bagaimana agar komunitas gamer bisa mencuri hati pemerintah pada umumnya dan kemenpora pada khususnya sehingga layak diperhitungkan sebagai salah satu cabang olahraga. Tetap semangat serta galang persatuan dan kesatuan diantara seluruh elemen game. Apakah diantara kalian semua gamer punya pandangan berbeda? Mungkin bisa membantu dengan komentar di bawah, saya akan berusaha membalas semua pandangan itu satu persatu.

***Terima Kasih***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mortal Kombat Logo